Selasa, 15 April 2014

Pengertian Trinitas dan Asal Ide Trinitas

Pengertian Trinitas dan Asal ide Trinitas

Pengertian Trinitas dan Asal Ide Trinitas
1. Pengertian Trinitas
Tritunggal atau Trinitas adalah doktrin umat Kristiani mengenai tiga aspek kepribadian Tuhan yang esensinya (inti-Nya, Pribadi-Nya) adalah satu (Esa). Tiga kepribadian dalam satu Tuhan tersebut adalah Allah Bapa, Anak (Putra) dan Roh Kudus. Tuhan dalam bahasa latin disebut Kurios (Penguasa Tunggal) dan dalam bahasa Ibrani disebut Adonai. Tritunggal juga dikenali dengan nama "Triniti". Di dalam Bahasa Inggris, ia disebut "Trinity" yaitu gabungan daripada dua perkataan; "Tri" atau "Three" yang berarti "tiga" dan "Unity" yang berarti "kesatuan". Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah

Dogma ini berasal dari paham platonis yang diajarkan oleh plato ( ?-347 SM), dan dianut para pemimpin gereja sejak abad ke II ( Tony lane 1984 ). Ajaran tiga tuhan dalam hal ini tidak hanya dianut masyarakat yunani dan romawi,tetapi juga mereka yang mendiami wilayah asia barat,tengah, Afrika utara dan pengaruhnyamenjalar keberapa kawasan di dunia.

Dunia di zaman purbakala, sejak masa kerajaan babi lonia,sudah terbiasa menyembah berhala, tiga tuhan dalam satu.kebiasaan ini juga banyak ditemukan di mesir, yunani dan romawi, baik sebelum, selama, maupun sesudah yesus.setelah kematian murid murid yesus, kepercayaan menyembah berhala ini kemudian merusak kedalam agama Kristen). Sebelumnya sudah banyak para pemimpin greja mencoba memesukkan ajaran platonis dan agama mesir tentang tiga tuhan dalam satu.

Namun upaya tersebut baru pada tahap adanya tiga unsur atau oknum yang memiliki ikatan satu dengan yang lainnya. Ketetapan tiga oknum: tuhan, anak dan roh kudus masing masing dianggap tuhan yang setara dan abadi, tidak pernah ada sebelum di tetap kannya Athanasian Creed di abad ke VI.

( gereja, yang walaupun tersebar di seluruh dunia,sampai keujung bumi, sudah menerima dari para rasul dan murid murid mereka keyakinan ini( percaya) kepada tuhan yang maha besar, pencipta sorga dan bumi dan laut dan segala yang ada di dalamnya ; dan dalam satu kristus, yesus, anak tuhan Allah, yang telah menjadi daging demi keselamatan kita, dan didalam roh kudus).

Dalam definisi ini jelas dalam roh kudus abad ke II, para pemimpin gereja dan umat kristen bahwa Allah ( bapa ) adalah satu satunya tuhan yang maha besar. Yesus hanya dikenal sebagia anak Allah sebagai mana yang kampanyekan oleh paulus. (marilah kita menjaga misteri ke ilahian yang menjelaskan kesatuan dari yang tiga, bapa, anak, dan roh kudus memiliki tingkatan, bukan dalam zat tapi dalam bentuk).

Menurut Tertullian ketiga oknom, bapa,anak dan roh kudus memiliki tingkatan tingkatan yang berbeda. oregen (185 – 250’s) megajarkan tiga tuhan dalam trinitas bertingkat: bapa lebih besar dari anak, yang lebih besar dari roh kudus. Hanyalah bapa satu satunya tuhan yang sesungguhnya . (pertama bahwa ada satu tuhan, kedua bahwa yesus kristus sendiri lahir dari bapa sebelum segala diciptakan, ketiga bahwa roh kudus berkaitan dalam kemulyaan dan kehormatan dengan bapa dan anak.)

Origen menegaskan bahwa tuhan Allah itu Esa. Kedudukan yesus adalah dibawa tuhan Allah (bapa), dan kedudukan roh kudus di bawa yesus.

2. Asal Ide Trinitas
pandangan tradisional tentang timbulnya agama Kristen yang dimiliki oleh orang Kristen awam biasa adalah, bahwa yesus mengajak kepada injil, meninggal sebagi al masih dan penebus dosa, bangkit dari kuburannya dan mendirikan sususnan masyarakat greja ini kemudia tersiar diseluruh dunia. Dan dimulai dengan kegiatan para sahabat.

Kalau orang Kristen awam tidak percaya terhadap kebangkitan yesus dari kubur, ia akan berfikir bahwa para sahabat terdorong oleh jiwa yesus, mendirikan greja berdasar injil. Ia (orang Kristen awam), mengakui kalau yesus adalah orang yahudi dan mewarisi tradaisi yahudi. Ia (orang Kristen awam) mengakui bahwa para sahabat mengambil ajaran-ajaran dari injiil yesus serta menyiarkan ajarannya.

Ide mengenai trinitas berasal dari paham penyembah berhala bahwa Tuhan beranak pinak di bumi. Di berbagai wilayah dan kota-kota besar dikerajaan romawi diluar palistina orang menyembah “Tuhan beserta keluarganya”, mulai dari Tuhan tiga bahkan ratusan. Mereka menganggap bahwa setiap tindakan Tuhan menjadi oknum lain disamping Tuhan. Misalnya firman Tuhan menjadi oknom lain (anak Allah) yang namanya yesus. Tindakan Tuhan memberi hidup, menjadi oknum lain yang namanya roh kudus.

Ide anak Tuhan merupakan hal yang lumrah di masyarakat yahudi. Mereka menganggap bangsa israil adalah anak Tuhan bagi mereka istilah anak bukan untuk individu anak Tuhan dalam pengertian individu merupakan paham penyembah berhala yang menganggap bahwa Tuhan beranak di dunia.

Umat kristen bangga menjelaskan bahwa yesus di peranakkan bukan dicipta. Menurut mereka semua makhluk di ciptakan oleh Tuhan, demikian pula nabi Adam. Tetapi yesus lahir dari intervensi roh kudus yang datang menaungi perawan maria hingga hamil. Dari berbagai legenda, Tuhan menghamili seorang perempuan hanya sekali, sehingga disetiap jaman hanya ada satu anak Tuhan (anak tunggal).

Sabtu, 12 April 2014

Pengertian dan Ruang Lingkup Studi Teologi Islam

Pengertian dan Ruang Lingkup Studi Teologi Islam
Pengertian dan Ruang Lingkup Studi Teologi Islam
Teologi dari segi etimologi berasal dari bahsa yunani yaitu theologia. Yang terdiri dari kata theos yang berarti tuhan atau dewa, dan logos yang artinya ilmu. Sehingga teologi adalah pengetahuan ketuhanan . menurut William L. Resse, Teologi berasal dari bahasa Inggris yaitu theology yang artinya discourse or reason concerning god (diskursus atau pemikiran tentang tuhan) dengan kata-kata ini Reese lebih jauh mengatakan, “teologi merupakan disiplin ilmu yang berbicara tentang kebenaran wahyu serta independensi filsafat dan ilmu pengetahuan. Gove mengatkan bahwa teologi merupakan penjelasan tentang keimanan, perbuatan, dan pengalaman agama secara rasional.

Sedangkan menurut Fergilius Ferm “the discipline which consern God (or yhe divine Reality)and God relation to the word (pemikiran sistematis yang berhubungan dengan alam semesta). Dalam ensiklopedia everyman’s di sebutkan tentang teologi sebagai science of religion, dealing therefore with god, and man his relation to god (pengetahuan tentang agama, yang karenanya membicarakan tentang tuhan dan manusia dalam pertaliannya dengan tuhan). Disebutkan dalam New English Dictionary, susunan Collins, the science treats of the facts and phenomena of religion and the relation between God and men (ilmu yang membahs fakta-fakta dan gejala-gejala agama dan hubungan-hubungan antara tuhan dan manusia).

“ tauhid adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, tentang sifat yang wajib tetap pada-Nya, sifat-sifat yang boleh disifatkan kepada-Nya, sifat-sifat yang sma sekali wajib di lenyapkan dari pada-Nya; juga membahas tentang Rasul-rasul Allah, meyakinkan keyakinan mereka, meyakinkan apa yang ada pada diri mereka, apa yang boleh di hubungkan kepada diri mereka dan apa yang terlarang menghubungkanya kepada diri mereka”.

Kalau melihat definisi pertama dapat di pahami bahwa Muhammad Abduh lebih menekankan pada Ilmu Tauhid/Teologi yaitu pembahasan tentang Allah dengan segala sifat-Nya, Rasul dan segala sifat-Nya, sedang yang kedua menekankan pada metode pembahsan, yaitu dengan menggunakan dalil-dali yang meyakinkan.

Ruang Lingkup Studi Teologi Islam
Aspek pokok dalam kajian ilmu Teologi Islam adalah keyakinan akan eksistensi Allah yang maha sempurna, maha kuasa dan memiliki sifat-sifat kesempurnaan lainnya. Karena itu pula, ruang lingkup pembahasan yang pokok adalah:
1. Hal-hal yang berhubungan dengan Allah SWT atau yang sering disebut dengan istilah Mabda. Dalam bagian ini termasuk Tuhan dan hubungannya dengan alam semesta dan manusia.
2. Hal yang berhubungan dengan utusan Allah sebagai perantara antara manusia dan Allah atau disebut pula wasilah meliputi: Malaikat, Nabi/Rosul, dan kitab-kitab suci.
3. Hal-hal yang berhubungan dengan sam’iyyat (sesuatu yang diperoleh melalui lewat sumber yang meyakinkan, yakni Al-Quran dan Hadits, misalnya tentang alam kubur, azab kubur, bangkit di padang mahsyar, alam akhirat, arsh, lauhil mahfud, dll).

Didalam sejarah perkembangannya, Teologi islam pada mulanya berkembang dari: pertama, sebagai metodologi teologi. Sebagai sebuah metodologi teologi merupakan suatu cara untuk memahami doktrin agama melalui pendekatan wahyu dan pemikiran rasionalnya. Kedua, menjadi ilmu teologi. Sebagai sebuah ilmu, teologi merupakan ilmu yang membahas masalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya. Dan ketiga, menjadi teologi aksiologi. Sebagai sebuah aksiologi teologi, merupakan upaya memahami doktrin agama secara mendalam untuk mengadvokasi berbagai permasalahan ketimpangan sosial.

Wilayah pembahasan teologi Islam secara ilmiyah, dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu: pertama, teologi islam klasik teoritik. Disiplin ilmu ini, hanya membahas secara teoritik aspek-aspek ketuhanan dan berbagai kaitan-Nya. Kedua, teologi islam kontemporer praktik. Disiplin ilmu ini, secara praktik membahas ayat-ayat Tuhan dan sunnah-sunnah Rasul-Nya yang nilai doktrinnya mengadvokasi berbagai ketimpangan sosial. Teologi kedua ini dapat dikembangkan lagi menjadi tiga kategori: pertama, Teologi Lingkungan; kedua, Teologi Pembebasan; dan ketiga, Teologi Sosial.

Ketiga teologi Islam ini, merupakan teologi-teologi yang membahas aspek-aspek ketuhanan dan berbagai kaitan-Nya, untuk mengadvokasi obyek formal teologi itu. Seperti teologi lingkungan maksudnya yaitu pembahasan secara mendalam doktrin-doktrin agama islam dengan argumen rasionalnya yang nilainya berupaya mengadvokasi permasalahan alam semesta. Disini dapat dikaji lebih luas lagi dengan menampilkan kajian seperti: teologi pemelihara lingkungan, teologi sampah, teologi banjir, dan yang sebangsanya. Teologi Transformatif. Maksudnya yaitu pembahasan secara mendalam doktrin-doktrin agama islam dengan argumen rasionalnya yang nilainya berupaya mengadvokasi permasalahan perubahan. Disini dapat dikaji lebih luas lagi dengan menampilkan kajian seperti: teologi pembebasan, teologi pos modernisme, teologi sains, dan yang sebangsanya. Dan Teologi Sosial. Maksudnya yaitu pembahasan secara mendalam doktrin-doktrin agama islam dengan argumen rasionalnya yang nilainya berupaya mengadvokasi permasalahan kemasyarakatan.

Dalam mengembangkan kajian dalam bidang ilmu teologi Islam, maka berbagai metodologi/pendekatan penelitiannya, dapat menggunakan beragam metodologi penelitian. Hal ini disesuaikan dengan aspek teologi apa (aspek tokoh teologi,; karya-karya para teolog; gagasan atau ide para teolog; sejarah perkembangan (tokoh-tokoh, karya-karya, dan gagasan para teolog); pengaruh timbal balik antar tokoh, karya-karya, dan gagasan para teolog dengan ipoleksosbudagama; perbandingan (tokoh, karya-karya, dan gagasan); dan selain hal yang tersebut didepan) yang akan diteliti oleh para pengkajinya.

Sumber-sumber serta Metode Pembahasan Studi Teologi Islam

Sumber-sumber dan Metode Pembahasan Studi Teologi Islam
Sumber-sumber serta Metode Pembahasan Studi Teologi Islam

Adapun sumber pembahasan yang digunakan untuk membangun Ilmu Teologi Islam menggunakan beberapa sumber, yaitu:

1. Sumber yang ideal
Yang dimaksud dengan sumber ideal adalah Qur’an dan Hadits yang didalamnya dapat memuat data yang berkaitan dengan objek kajian dalam Ilmu Tauhid. Misalnya, telah dimaklumi dalam ajaran agama, bahwa semua amal sholeh yang dilakukan oleh ketulusan hanya akan diterima oleh Allah SWT apabila didasari dengan akidah islam yang benar. Karena penyimpangan dari akidah yang benar berarti penyimpangan dari keimanan yang murni dari Allah. Dan penyimpangan dari keimanan berarti kekufuran kepada Allah SWT. Sedangkan Allah tidak akan menerima amal baik yang dilakukan oleh orang kafir, berapapun banyaknya amal yang dia kerjakan. Dalam hal ini Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lau dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.” (QS. Al- Baqoroh : 217)

2. Sumber Historik
Sumber historis adalah perkembangan pemikiran yang berkaitan dengan objek kajian ilmu tauhid, baik yang terdapat dalam kalangan internal umat islam maupun pemikiran eksternal yang masuk kedalam rumah tangga islam. Sebab, setelah Rosulullah saw wafat, islam menjadi tersebar, dan ini memungkinkan umat islam berkenalan dengan ajaran-ajaran, atau pemikiran-pemikiran dari luar islam, misalnya dari Persia dan Yunani. Pemikiran yang berkembang dalam kalangan internal umat islam, antara lain:
1. Pelaku dosa besar. Masalah yang muncul, apakah masih ddihukumi sebagai mukmin atau tidak.
2. Al-Quran wahyu Allah. Apakah ia makhluk atau bukan, atau dengan kata lain, apakah Al-Quran itu qadim atau hudus (baru).
3. Melihat Tuhan Allah. Apakah itu di dunia atau di akhirat, atau di akhirat saja, dan apakah dengan mata kepala ataukah dengan hati saja.
4. Sifat-sifat Tuhan. Apakah Tuhan memiliki sifat-sifat zati dan sifat af’al (menurut konsepsi al-sanusi,sifat-sifat ma’nawiyah), ataukah Dia tidak layak diberi sifat-sifat tersebut.
5. Kepemimpinan setelah Rosulullah wafat, apakah ia harus dipegang oleh suku Qurays saja , atau apakah nabi Muhammad saw meninggalkan wasiat bagi seseorang dari ahlul bait untuk memimpin umatnya ataukah tidak atau bahwa pemimpin itu harus dipilih berdasar musyawaroh, atau menurut keputusan ahlul hall wal aqdi.
6. Takwil terhadap ayat-ayat mutasyabihat. Apakah diperbolehkan mengadakan takwil atau tidak. Misalnya:
Janganlah kamu sembah disamping (menyembah) Allah, Tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. Al-Qashas : 88)

Pemikiran eksternal yang masuk kedalam rumah tangga Islam saat itu, dan melahirkan persoalan teologi yang berkenaan dengan perbuatan baik dan buruk. Apakah Tuhan Allah menciptakan baik dan yang terbaik saja (al-salah wa al aslah) untuk manusia? Atau, Tuhan wajib menciptakan yang baik dan yang terbaik saja bagi manusia sebab jika tidak demikian maka Dia tidak adil (dhalim), dan itu mustahil bagi-Nya. Pendapat diatas diteruskan dengan pendapatnya, bahwa Tuhan tidak menciptakan yang jahat. Jahat dan buruk, pada hakikatnya, ciptaan manusia sendiri dan dia harus bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya. Seperti, pemikiran dari Zoroaster dan filsafat Yunani. Ini yang pada saat itu nampaknya lebih domonan dibanding dari pemikiran-penikiran lainnya.

Metode Pembahasan Studi Teologi islam
Ada dua metode atau cara pembahasan Ilmu Tauhid, yakni:
1. Menggunakan dalil naqli
Pada dasarnya inti pokok ajara Al-Quran adalah tauhid, nabi Muhammad saw diutus Allah kepada umat manusia adalah juga untuk mendengarkan ketauhidan tersebut, karena itu ilmu tauhid yang terdapat didalam Al-Quran dipertegas dan diperjelas oleh Rosulullah saw dalam haditsnya. Penegasan Allah dalam Al-Quran yang mengatakan bahwa Allah itu Maha Esa antara lain:
“Katakanlah “Dia-lah Allah, yang Maha Esa; Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan diperanakkan. Dan tidak ada serangpun yang setara dengan Dia”. (QS. Al-Ikhlas : 1-4)

Keesaan Allah SWT tidak hanya pada zat-nyatapi juga esa pada sifat dan af’al (perbuatan)-Nya. Yang dimaksud Esa pada zat adalah Zat Allah itu tidak tersusun dari beberapa bagian. Esa pada sifat berarti sifat Allah tidak sama dengan sifat-sifat yang lain dan tak seorangpun mempunyai sifat sebagaimana sifat Allah SWT.

1. Menggunakan Dalil Aqli
Penggunaan metode rasional adalah salah satu usaha untuk menghindari keyakinan yang didasarkan atas taklid saja. Seperti telah disebutkan dalam pembahasan terdahulu bahwa iman yang diperoleh secara taklid mudah terkena sikap ragu-ragu dan mudah goyah apabila berhadapan dengan hujjah yang lebih kuat dan lebih mapan. Karena itu ulama sepakat melarang sikap taklid didalam beriman. Orang harus melakukan nalar dan penalaran baik dengan memakai dalil aqli maupun dalil naqli. Didalam Al-Quran banyak ditemukan ayat yang mengkritik sikap taklid ini, antara lain:
“apabila dikatakan kepada mereka, marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rosul-Nya. Mereka menjawab, cukuplah bagi kami apa yang kita dapatkan dari bapak-bapak kami, meskipun bapak-bapak mereka tidakmengetahui apa-apa (tidak punya hujjah yang kuat) dan tidak mendapat petunjuk”. (QS Al- Maidah : 104)

Ayat ini mengandung kritikan terhadap sikap yang hanya ikut-ikutan sedangkan nenek moyang yang diikutinya tidak memiliki hujjah yang kuat bagi keyakinannya. Dalam hukum akal dijelaskan, apabila kita menerima suatu keterangan, maka akal kita tentu akan menerima dengan salah suatu pendapat atau keputusan hukum, seperti:
1. Membenarkan dan mempercayainya (wajib aqli)
2. Mengingkari dan tidak mempercayainya (muhal atau mustahil)
3. Memungkinkan (jaiz)

Adapun dalam hal keyakinan, teori keyakinan membagi tipe keyakinan ada tiga, yaitu: 
1. Keyakinan itu ada dua, sentral dan periferal,
2. Makin sentral sebuah keyakinan, ia makin dipertahankan untuk tidak berubah,
3. Jika terjadi perubahan pada keyakinan sentral, maka sistem keyakinan yang lainnya akan ikut berubah.

Jumat, 11 April 2014

filsafat social dan metode berfikir plato

filsafat social dan metode berfikir plato
filsafat social dan metode berfikir plato
1. Riwayat Hidup
Plato dilahirkan kira-kira 427 SM. Dan meninggal pada tahun 347 SM. Ia berasal dari keluarga bangsawan Athena yang sangat memuliakan kaumnya.

Sesudah Socrates meninggal, Plato merantau ke berbagai negeri seperti Mesir, Asia, Sisilia dan Italia bagian selatan, dimana dia kemudian berkenalan dengan pemikiran Phythagoras. Pada tahun 387 SM, ia kembali ke Athena dan mendirikan suatu sekolah yang terkenal dengan nama ‘Academia’ yang karena banyak menarik pemuda-pemuda terpelajar Yunani, dapat disebut sebagai Universitas pertama di Eropa Terdapat tiga buah bukunya yang paling terkenal yaitu :
  • The Republic.merupakan usaha pertamanya yang besar untuk menggambarkan suatu masyarakat ideal di mana keadilan dapat diwujudkan.
  • The Laws yang merupakan buku yang membuat garis besar konstitusi sosial politik.
  • The Statesman (Negarawan) yang membuat suatu diskusi tentang konstitusi politik.
2. Metode Berfikir
Dia mengembangkan metoda dialektika Socrates, dengan memulainya dan menguji konsep-konsep pikiran. Kita dapat mengenal ‘manusia’ misalnya, melalui cara mengenal pengertian umum tentang manusia, inilah yang disebut dengan ‘Platonic idealism’, yang sebagai suatu metoda berpikir biasa disebut ‘Conseptualism’, suatu doktrin yang mengajarkan bahwa kebenaran harus diperoleh dengan menguji atau membuktikan konsep-konsep. Metoda berpikir Plato ini (dan juga Socrates), bertolak belakang dengan metoda yang dipergunakan oleh ilmu-ilmu pengetahuan modern. Plato berpendapat bahwa kebenaran universal tidak dapat dicapai melalui pengertian-pengertian tentang gejala-gejala yang nampak.

Plato adalah pencipta ajaran ‘serbacita’ (ideenleer), karena itu filsafatnya disebut ‘idealisme’. Diapun beranggapan bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui pengamatan atas gejala-gejala yang nampak, adalah bersifat relatif. Kebajikan tidak mungkin ada tanpa memiliki pengetahuan dan pengetahuan tidak dapat hanya terbatas pada pengamatan saja. Sebab pengetahuan itu dilahirkan oleh ‘alam bukan benda’, melainkan alam sebacita. Contohnya cita atau konsep tentang kuda yang memiliki semua sifat kuda dalam bentuk yang murni, tidak dapat diamati di dunia ini. Kuda kita lihat berbeda satu sama lain dalam bentuk, warna, dan sifatnya. Kuda dalam bentuk yang murni dan sempurna ada di idealisme pikiran manusia, sedangkan dalam kenyataannya kuda dikenali dalam keadaan yang kurang sempurna di dunia ini.

Jadi serbacita itu adalah pengertian-pengertian yang sudah ada pada saat manusia lahir. Mencari pengetahuan berarti menimbulkan kembali ingatan-ingatan dan tata tertib dari kerinduan jiwa kita akan dunia sebacita, dimana jiwa kita dahulu berada.

3. Filsafat Sosial
The Republic sebenarnya bernilai sebagai tulisan tentang etika sosial, mengenai masyarakat ideal, The Republic itu sebagai tulisan pertama dan terbesar yang bersifat sosiologis. Plato menganggap bahwa masyarakat ideal adalah merupakan perluasan dari konsep tentang individu manusia.

Menurut Plato manusia pada dasarnya memiliki tiga sifat tingkatan kegiatan yaitu
  1. The Appetites or the senses (nafsu atau perasaan-perasaan)
  2. The Spirit or the will (semangat atau kehendak-kehendak)
  3. Inteligence, reason, and judgment (kecedasan atau akal)
Berdasarkan tiga elemen aktivitas individu tersebut plato kemudian menyusun suatu masyarakat ideal di dalam tiga lapisan atau kelas yaitu :
  1. Mereka yang mengabdikan hidupnya untuk memperoleh pemuasan nafsu dan perasaannya.
  2. Mereka yang mengabdikan hidupnya untuk memperoleh penghormatan dan perbedaan sebagai manifestasi dari pada spirit or will
  3. Mereka yang mempersembahkan hidupnya untuk pemeliharaan akal atau kecerdasan untuk mengajar kebenaran.
Berdasarkan tiga lapisan sosial Plato kemudian merumuskan tiga kegiatan lapisan sosial. Ketiga aktivita lapisan sosial itu adalah :
  1. Mereka yang mengabdikan hidupnya bagi pemenuhan nafsu dan perasaan, bertugas untuk menghidupi atau memelihara masyarakat. Mereka ini adalah kelas pekerja (manual work), yang meliputi pekerja-pekerja di sektor pertanian dan industri yang harus mendukung dan menghidupi dua kelas yang lain. Kepada kelas inilah didalam masyarakat ideal Plato, diberi hak-hak yang penuh dan istimewa sebagai seorang warga negara yang diperolehkan memiliki kekayaan pribadi, oleh karena berfungsi menyediakan atau memprodusir barang-barang kebutuhan hidup seluruh anggota masyarakat.
  2. Mereka yang hidupnya diabdikan untuk memperoleh penghormatan dan perbedaan sebagai manifestasi dari spirit or the will bertugas untuk melindungi masyarakat dari serangan yang datang dari luar maupun dari dalam masyarakat itu sendiri. Mereka ini adalah kelas militer (a citizen soldier class). Mereka inilah warga negara dalam pengertian yang sesungguhnya. Mereka adalah gambaran dari masyarakat komunis yang sempurna dan tidak memiliki kehidupan yang bebas dan ganjaran mereka satu-satunya adalah penghormatan yang diberikan masyarakat dan kemenangan-kemenangan perang.
  3. Mereka yang mempersembahkan hidupnya untuk memelihara akal atau kecerdasan bertugas untuk memerintah dan memimpin masyarakat disebut sebagai kelas penguasa (magistrates or guardian class). Kelas ini terutama diangkat dari kelas militer melalui seleksi dalam kemampuan dan kecerdasan otaknya. Mereka tidak hanya menjadi filosof dan negarawan, tetapi lebih dari itu juga seorang guru.
Meskipun Plato membagi masyarakat ke dalam 3 kelas sosial, tetapi tidak berarti bahwa pembagian tersebut merupakan lapisan yang tertutup setiap orang mempunyai kesempatan yang sama di dalam masyarakat.Plato menghendaki masyarakat yang ideal itu yakni aristokratis di bawah kaum intelek di mana kekuasaan dan pengawasan akan dipegang oleh kelas yang berpendidikan dan berkecerdasan tinggi.

Yang terpenting bagi studi sosiologi dalam buku Plato The Republic adalah konsepsinya tentang keadilan (justice). Hanya di dalam masyarakat tertentu, Kata Plato, keadilan dapat direalisir. Orang yang adil hanya dapat ada di dalam masyarakat adil. Dengan demikian konsepsi Plato tentang keadilan adalah merupakan konsepsi sosial.

Dalam bukunya ’The Laws’ Plato hanya memuat garis besar konstitusi politik. Di dalam buku ini tahap perkembangan sosial. Plato mengemukakan perkembangan masyarakat melalui lima tahap yaitu :
a. Tahap kehidupan masyarakat yang terisolir di dalam masyarakat pemburu dan yang hidup di padang-padang rumput.
b. Masyarakat yang Patriarchal di mana keluarga-keluarga tersusun ke dalam ikatan-ikatan klan dan suku-suku, tetapi masyarakat ini masih hidup di padang-padang sebagai masyarakat pemburu dan penggembala.
c. Masyarakat petani yang sudah mulai mendiami desa-desa pertanian
d. Masyarakat yang hidup di kota-kota perdagangan
e. Masyarakat yang hidup di kota yang mapan seperti Sparta atau Athena

Plato adalah pencipta pertama dari pada ide tentang komunisme, dia hanya membatasi komunismenya pada dua lapisan atas dalam masyarakat. Menurut pendapatnya terdapat banyak persamaan antara ide komunisme Plato dengan komunisme Rusia, yaitu :
  • Keduanya membenci perdagangan dan ekonomi uang
  • Keduanya menaruh perhatian pada persoalan hak milik sebagai satu-satunya sumber semua kejahatan dan kebusukan
  • Keduanya menghendaki hapusnya kemakmuran dan hak milik perseorangan
  • Keduanya menghendaki pengawasan kolektif bagi anak-anak
  • Keduanya menghendaki pengawasan semua ilmu pengetahuan dan ideologi bagi kepentingan negara
  • Keduanya memiliki ajaran dogmatis yang menghendaki agama negara terhadap mana semua aktivitas harus di-subordinasikan kepadanya.
Plato adalah pencipta pertama tentang kesamaan sosial yang mutlak antara wanita dan laki-laki, dan perlunya pengawasan terhadap perkawinan. Disamping itu Plato adalah orang pertama yang menghargai ilmu pengetahuan dalam masyarakat. Ia menunjukkan bahwa tidak saja perlu adanya leadership yang cakap tetapi ia menunjukkan pula keuntungan sosial dari pada pemerintah oleh orang-orang bijaksana (para cendekiawan). Fasisme modern barang kali merupakan suatu bentuk modern berdasarkan konsep plato. Hanya saja berbeda dari komunisme Rusia Plato sebaliknya mengatakan bahwa setiap masyarakat harus selalu terdapat susunan-susunan kelas yang bersifat natural.

Plato menekankan adanya perbedaan-perbedaan antara individu-individu dan kelas-kelas sosial ciptaannya terlampau kaku. Perbedaan antara kelas-kelas tersebut lebih bersifat gradual dari pada bersifat kualitatif.

filsafat sosial dan metode berfikir socrates

FILSAFAT SOSIAL DAN METODE BERFIKIR SOCRATES
filsafat sosial dan metode berfikir socrates
1. Riwayat Hidup
Sufi terbesar ini lahir kira-kira 470 SM, dan meninggal pada tahun 399 SM. Dia berasal dari keluarga terpandang. Ayahnya seorang seniman patung, dan banyak memberikan inspirasi pada cara berpikir Socrates. Dia juga merupakan seorang prajurit pada angkatan perang Athena.

Pada suatu ketika, ia mendapat panggilan suci (devine commision) untuk menunjukkan kearah mana kebenaran harus dikembangkan dan bagaimana menghilangkan kebodohan sesama warga Negara Athena. Sebagai prajurit dalam perang Peloponesus dia pergi dari satu barak ke barak yang lain, dan kepada setiap orang yang dijumpainya dia selalu menanyakan pendaptanya mengenai masalah-masalah sosial dan politik. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akhirnya ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya tidak mengetahui apa-apa, seperti orang lainpun tidak mengetahui apa-apa pula. Oleh karena itu dia berpendapat bahwa yang diperlukan adalah sesuatu penyelidikan yang dapat dipercaya. Dengan penyelidikan itu dicarilah hakekat kehidupan sosial politik yang kemudian melahirkan pemikiran filsafatnya.

Ketika pada suatu hari Oracle Delphy menyatakan bahwa Socrates adalah seorang yang paling bijaksana di Athena, maka dia menjawab: “Hanya satu hal saja yang saya ketahui, ialah bahwa saya tidak tahu apa-apa”. Dari pernyataan inilah Socrates memberi dasar metode berpikir filsafatnya.

2. Metode Berfikir
Socrates adalah orang pertama yang menggunakan cara berpikir untuk meragukan sesuatu dan mengutamakan pentingnya definisi mengenai sesuatu. Ia berpendapat bahwa langkah pertama untuk mendapatkan pengetahuan adalah dengan lebih dahulu menjelaskan idea-idea dan konsepsi-konsepsi. Definisi yang tepat mengenai istilah-istilah dan konsepsi-konsepsi adalah paling sulit di dalam ilmu pengetahuan dan filsafat. Akan tetapi definisi ini justru harus difahami lebih dahulu untuk dapat menemukan kebenaran. Secara singkat Socrates berpendapat bahwa definisi adalah merupakan langkah pertama di dalam ilmu pengetahuan. Dari sudut ini Socrates dapat disebut sebagai orang yang pertama menunjukkan perlunya logika sebagai dasar bagi ilmu pengetahuan dan filsafat.

3. Filsafat Sosial
Kita mengenal pemikiran Socrates hanya melalui tulisan-tulisan Plato muridnya, dalam bentuk drama timbal cakap. Akan tetapi sesuatu yang tidak perlu diragukan sebagai ajaran Socrates adalah pernyataan bahwa ‘kecerdasan adalah merupakan dasar dari semua keutamaan’, di dalam adat kebiasaan, di dalam lembaga-lembaga sosial dan di dalam hubungan sosial manusia maupun di dalam kehidupan pribadi. Menurut Socrates tabiat yang baik adalah sinonim dari kecerdasan, pengetahuan menjadikan seseorang bijaksana.

Seseorang yang adil misalnya, harus mengetahui hukum dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi, Socrates menyatakan pula bahwa disamping hukum-hukum manusia terdapat juga hukum Tuhan; dan keadaan adalah kebijakan yang mengalir dari pengetahuan tentang hukum Tuhan. Socrates mengajarkan bahwa kebajikan dalah sesuatu yang dapat dicapai dengan kecerdasan manusia. Apabila kita hendak membangun masyarakat dengan berhasil, maka kita harus membangun dengan landasan ilmu pengetahuan.

Kritik yang pertama terhadap pemikiran Socrates adalah bahwa ia terlalu intelektualistik. Kenyataannya, orang-orang cerdik pandai, sekalipun mereka banyak mengetahui kebenaran akan tetapi mereka banyak pula melakukan kesalahan. Tentang hal ini Socrates menjawab, bahwa mereka memang tidak akan dapat mengetahui benar bagimana mereka dapat mencapainya. Akan tetapi bilamana suatu pengetahuan dilaksanakan, orang tidak akan melakukan kesalahan yang lebih jauh.

Rabu, 09 April 2014

filsafat sosial dan metode berfikir aristoteles

FILSAFAT SOSIAL DAN METODE BERFIKIR ARISTOTELES
filsafat sosial dan metode berfikir aristoteles
1. Riwayat Hidup
Filsuf ini dilahirkan pada tahun 384 SM, di Stagira, dan meninggal pada tahun 332 SM, pada usia 62 tahun. Ibu Aristoteles adalah seorang ahli kesehatan dari Raja Amyntas II, dan ayahnya juga seorang ahli kesehatan, penjinak binatang, dan pecinta alam yang pada akhirnya mempengaruhi pemikiran Aristoteles yang bersifat naturalistik.

Setelah kematian ayahnya, Aristoteles pergi ke Athena pada usia 18 tahun untuk belajar di academy dibawah asuhan Plato. Plato mengakui bahwa Aristoteles adalah muridnya yang paling brilliant, karena ia mampu mengembangkan pikirannya sendiri. Pada kematian Plato, Aristoteles memiliki hak terbesar untuk memimpin Academia, sekalipun demikian pimpinan jatuh ketangan kemenakan Plato. Aristoteles merasa perlu untuk meninggalkan Athena, ia akhirnya mengungsi ke istana Hermias. Di sini ia berdiam selama tiga tahun, kemudian ia menikahi anak angkat Hermias yang cantik, bernama Pythias.

Tahun 342 SM Aristoteles dipanggil ke istana raja Philip II dari Mecodonia untuk menjadi guru dari puteranya Alexander yang masih berusia 13 tahun. Sesuia dengan ide-ide pendidikannya sendiri, Aristoteles tidak mendidik Alexander sebagai murid privat, melainkan mendidiknya dalam satu sekolah bagi anak bangsawan Mecedonia. Setelah Alexander diangkat menjadi raja, Alexander memberikan bantuan kepada Aristoteles untuk membeli buku-buku guna mendirikan suatu perpustakaan dan sebuah museum serta mengumpulkan informasi-informasi ilmiah. Itulah sebabnya Aristoteles dapat mengumpulkan 158 konstitusi dari berbagai negara kota di jamannya. Hal itu pula yang menyebabkan dia mampu melakukan studi induktif yang luas berbagai masyarakat Yunani dan non Yunani.

Pada usianya yang ke 50 tahun Aristoteles kembali lagi ke Athena dengan membawa serta perpustakaan dan museumnya. Kemudian ia mendirikan Lyceum Apollo, suatu sekolah Aristoteles yang terkenal sebagai Parepatetic School, karena ia mengajarkan muridnya dengan berjalan-jalan di taman. Banyak diantara tulisan aristoteles merupakan catatan muridnya, cara yang demikian merupakan dasar yang baik bagi pembentukan pemikiran, karena muridnya merupakan kumpulan ingatan yang hidup. Kemudian Aristoteles menyingkir ke Calcis sampai ia meninggal. Pikiran Aristoteles bersifat ensiklopedis, adalah merupakan pembangunan banyak ilmu pengetahuan dan disiplin filsafat.

2. Metode Berfikir
Aristoteles berbicara tentang filsafat dan dunia realita. Pemikiran Aristoteles adalah objektif dan dan realitas, teorinya dibangun berlandaskan fakta-fakta, ia menemukan sember kebenaran pada pengalaman. Aristoteles merupakan orang pertama yang menggunakan metoda historis dalam mempelajari kenyataan sosial. Dia adalah pembangun logika, yaitu suatu ilmu tentang cara berpikir yang benar, ilmu pengetahuan menurutnya adalah bangunan pengetahuan yang masuk akal. Jelaslah bahwa Aristoteles tidak pernah memimpikan untuk memisahkan penyelidikannya tentang ‘apa yang ada’ dan ‘apa yang seharusnya ada’.

3. Filsafat Sosial
A. Ajaran Tentang Asal mula Masyarakat
Ada dua bentuk asosiasi manusia yang bersifat dasar dan essensial, yaitu asosiasi antara laki-laki dan wanita untuk mendapatkan keturunan, dan asosiasi antara penguasa dan yang dikuasai. Kedua asosiasi ini bersifat naturalistic (tidak disengaja). Negara berasal dari perkumpulan kampung/dusun, sedangkan dusun berasal dari kumpulan keluarga yang terbentuk secara alamiah. Ciri-ciri negara : merdeka penuh (full independent), memenuhi kebutuhan sendiri (self sufficiency) dan memiliki pemerintahan sendiri (self government). Negara adalah suatu ‘natural group’, dan manusia adalah makhluk sosial (zoon politicon). Masyarakat manusia memiliki dasar kultur dan dasarnya yang alamiah.

B. Ajaran Tentang Organisasi Sosial
Aristoteles membagi ilmu tentang keluarga kedalam empat bagian :
1. Tentang hubungan antara tuan dengan budaknya.
2. Tentang hubungan antara suami dengan istri.
3. Tentang hubungan antara orangtua dengan anaknya.
4. Tentang ilmu atau seni keuangan.

C. Ajaran Tentang Sosial Development
Aristoteles mengemukakan bahwa monarki adalah merupakan bentuk pemerintahan yang paling tua dan primitif, yang bersumber langsung dari kekuasaan laki-laki dalam keluarga patriarchal. Aristokrasi adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh kaum bangsawan yang memerintah untuk orang banyak. Dalam pikiran Aristoteles sebab-sebab daripada revolusi adalah bersifat psikologis dan karenanya dapat dicegah.

D. Ajaran Tentang Organisasi Politik
Aristoteles mengemukakan pembagian fungsi pemerintahan kedalam fungsi legislatif, eksekutif, dan judikatif, dengan maksud agar terdapat pengawasan satu sama lain. Ada enam bentuk fundamental daripada negara, yaitu : pemerintahan oleh seseorang disebut ‘Monarki’ apabila baik dan ‘Tyrani’ apabila buruk. Pemerintahan oleh sejumlah orang disebut ‘Aristokrasi’ apabila baik dan ‘Oligarkhi’ apabila buruk, pemerintahan oleh banyak orang disebut ‘Demokrasi’ dalam bentuk baik maupun korup.

E. Ajaran Tentang Social Progress
Aristoteles memiliki pengajaran tentang perbaikan sosial, yaitu ajaran tentang bagaimana membangun atau memelihara suatu masyarakat yang ideal yaitu melalui pendidikan.Ada tiga jalan yang dapat membuat manusia menjadi baik dan bijaksana, yaitu : Alam, habit dan akal atau pikiran.

Pendidikan mengandung dua hal, yaitu : ‘habituasi’ atau apa yang disebut dengan latihan membiasakan diri, dan pendidikan kekuatan-kekuatan rasional, yakni akal atau pikiran. Yang harus diperhatikan di dalam setiap pendidikan adalah meningkatkan karakter atau moral warga negara, karena karakter yang lebih tinggi akan menghasilkan tertib sosial yang tinggi pula.

Aristoteles menyatakan bahwa negara adalah suatu asosiasi yang tidak semata-mata bertujuan untuk menyelenggarakan perlindungan bersama atau mengusahakan kemakmuran komersial. Ada tiga kesejahteraan atau kehidupan individu yang bahagia menurut Aristoteles, yaitu :
1. External goods, or wealth (kekayaan).
2. Good of the body, or health (kesejahteraan).
3. Goods of the soul, or intelligence and character (kecerdasan atau karakter).
Sistem sosial yang baik menurut Aristoteles adalah suatu sistem dimana setiap orang dapat berbuat sebaik-baiknya dan hidup bahagia. Dengan demikian idealisme Aristoteles tentang masyarakat adalah merupakan idealisme seimbang antara kemakmuran material, kesehatan fisik, kecerdasan yang tersebar, dan karakter yang merata.

Keunggulan dan Kelebihan Handphone Android

Diera modernisasi sekarang ini begitu banyak bermunculan produk-produk baru unnggulan utamanya pada hal-hal yang berhubungan dengan teknologi yang terus berkembang dan lebih canggih dari teknologi sebelumnya dan juga memiliki begitu banyak manfaat untuk kita para penggunanya namun disamping dari manfaat ada juga sih dampak yang di timbulkan dari teknologi-teknologi tersebut.

Dari tahun ketahun teknologi akan terus mengalami perkembangan seiringan dengan berjalannya waktu, seperti contoh misalnya dulu hp yang kita gunakan belum ada yang menggunakan camera namun hp sekarang sudah di lengkapi camera sehingga setiap saat semua moment bisa di abadikan dalam ponsel, dulu hp belum bisa mengakses internet namun sekarang hp sudah dlengkapi dengan web yang memudahkan seseorang untuk mengakses informasi dan hingga bermunculan berbagai merek hp canggih yang lainnya dan sekarang sudah ada handpone yang namanya android.
android
Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat seluler layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005. Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya Open Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan standar terbuka perangkat seluler. Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008

Teknologi adalah aplikasi pengetahuan yang berasal dari penemuan ilmiah, penciptaan, dan inovasi ke dalam bisnis (Boone & Kurzt,2002). Teknologi tidak hanya mengubah bisnis individual, tetapi juga struktur ekonomi dan organisasi. Pengertian Teknologi sebenarnya berasal dari kata Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“ yang dapat diartikan dengan ”Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa benda atau konsep, pembatasan cara pewujudan sesuatu yang dilaksanakan secara berulang (repetisi)

Keunggulan dan Kelebihan Handphone Android

Berikut ini adalah keunggulan dan kelebihan handphone Android:
  • MULTI TASKING
Handphone Android bisa menjalankan beberapa aplikasi sekaligus tanpa harus menutup aplikasi sebelumnya. Sebagai contoh, kita bisa tetap mendengarkan musik sambil membuka apliaksi facebook
  • EASE NOTIFICATION
Kita akan menerima notifikasi di layar handphone Android kita saat ada SMS, email, misscall, bahkan artikel - artikel terbaru dari RSS Reader sehingga kita tidak akan melewatkan informasi - informasi penting
  • KEMUDAHAN AKSES
Dengan menggunakan hanphone Android maka kita akan mendapatkan kemudahan akses terhadap ribuan aplikasi lewat Android App Market. Banyak aplikasi yang ditawarkan secara gratis dan semuanya siap didownload langsung dari handphone Android kita
  • PILIHAN JENIS DAN MERK HANDPHONE YANG BERAGAM
Kita bisa dengan mudah menemukan handphone Android dari berbagai merk dengan berbagai fitur. Berbeda dengan sistem operasi IOS yang hanya dimiliki oleh produk -produk keluaran Apple
  • ADANYA WIDGET
Ya, dengan adanya widget pada layar handphone dapat memudahkan kita mengakses berbagai macam aplikasi serta mengganti setting dengan mudah dan cepat
Karena sistem operasi Android merupakan bgian dari Google, maka para penggunaka google yang bisa mengakses email dari gmail serta sering menggunakan aplikasi - aplikasi dari goole akan merasa dimanjakan dengan menggunakan handphone Android ini.
Bila kita merasa tidak puas dengan tampilan layar di handphone Android kita, kita tidak perlu kecewa karena kita masih bisa melakukan custom ROM yang dapat digunakan di handphone Android kita.
Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2013 ARTIKEL PIYE KABARE. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top